kunjungi blog baru SDN PORISGAGA 2 yang Baru Klik Disini

4.14.2009

Hati-Hati Penawaran Paket Internet Tak Berbayar

Hati-Hati Penawaran Paket Internet Tak Berbayar

Siapa yang tak tahu internet. Media dunia maya ini seakan sudah menjadi bagian dari gaya hidup, terutama di kota-kota besar. Warung internet pun tak pernah sepi pengunjung. Apalagi melalui sejumlah situs pertemanan, pengguna internet dapat mudah bersosialisasi dan berinteraksi dengan teman maupun kerabat. Terlebih kini tak hanya melalui komputer pribadi, laptop atau komputer jinjing saja, internet juga bisa diakses melalui telepon genggam.

Besarnya pasar dan minat terhadap internet ternyata dibaca oleh penyedia jasa layanan akses internet. Hanya menggunakan modem atau alat yang menghubungkan internet ke komputer, dunia maya pun sudah bisa dinikmati. Sejumlah operator pun menawarkan paket modem murah. Dengan hanya mengunakan kartu tanda penduduk (KTP) dan kartu kredit serta membayar Rp 50 ribu, modem sudah didapat dan internet bisa diakses.

Namun, celah seperti itu dimanfaatkan pelaku kejahatan. Mereka membuat KTP dan kartu kredit palsu yang kemudian digunakan untuk mendaftar ke operator internet. "Alamat yang digunakan dalam KTP pun palsu," kata Abah, salah seorang tersangka.

Saat modem sudah didapat, tersangka ternyata menjual lagi barang itu ke sejumlah orang dengan harga berkisar Rp 600 ribu hingga dua juta rupiah. Tersangka juga menjanjikan kepada pembeli bahwa internet dapat diakses kapan. Pembeli juga tak harus membayar biaya tagihan internet alias gratis seumur hidup.

Belakangan modem-modem murah ini ternyata mulai bermasalah. Seorang pengguna yang membeli modem dari temannya tiba-tiba mendapat peringatan dari pihak operator. Padahal sebelumnya ia diiming-imingi gratis biaya berlangganan. Pelanggan umumnya juga percaya dengan paket internet tak berbayar itu karena penjual biasanya mengaku mendapat fasilitas dari orang dalam operator.

Penipuan seperti ini, tentu tak hanya merugikan pengguna internet tetapi juga merugikan pihak operator internet. Bahkan, salah satu operator penyedia jasa media dunia maya mengaku mengalami kerugian hingga ratusan juta dari pelanggan fiktif. Perusahaan tidak bisa menagih karena pelanggan menggunakan KTP dan kartu kredit palsu.

Jajaran Kepolisian Resor Bandung Barat memang sudah menangkap tiga tersangka kasus penipuan ini dan tidak menutup kemungkinan jumlah pelaku bertambah. Namun polisi juga menyayangkan lemahnya aspek keamanan pihak operator.

Pihak Indosat mengakui pada saat pameran di sejumlah pusat perbelanjaan, para agen penjual tidak dilengkapi dengan sistem data online. Hal ini tentu saja memudahkan pelaku untuk melakukan registrasi lebih dari satu kali termasuk dengan menggunakan identitas palsu.

Tindak kejahatan memang bisa terjadi jika ada kesempatan. Ada baiknya operator penyedia jasa layanan akses internet tidak hanya mengandalkan KTP dan kartu kredit saja saat melakukan registrasi. Pengawasan yang lebih ketat tentu akan mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan.

Comments :

0 comments to “Hati-Hati Penawaran Paket Internet Tak Berbayar”

Post a Comment

komentar

Kurs BCA

Instan Message

maulana herman

Blog Archive

Jumlah Siswa

Laki - Laki :243 Perempuan :184 Jumlah :427 Updat Akhir Bulan Maret 2009

FeedBurner FeedCount

 

Copyright © 2009 by Dunia Ilmu